a lot can happen on the road to nowhere...

ReviewReviewReviewReviewDark NightAug 13, '08 3:36 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
Akhirnya bisa nonton juga film ini. Yah, baru bisa nonton kemarin pulang kantor, males kalo baru tayang, pasti yang ada tiket sold out pas jam pulang kantor. Tadinya janjian ma teman mo nonton, tapi ternyata mendadak di cancel ma dia karena ada urusan kantor, ya sudah, nonton sendiri aja, daripada keburu ga tayang di bioskop lagi.

Saya kasih 4 bintang deh untuk film ini karena saya ga terlalu suka dengan alur ceritanya, agak maksa. Tapi saya suka sama special effectnya, canggihnya perlengkapan si Batman, kehidupan si bruce wayne, yang walopun kaya dia masih mau memikirkan orang lain, dan kelihaian si Joker yang kayaknya punya 13 nyawa. **Coba di Indonesia ada tokoh seperti Joker yang selalu nyari masalah, secara terang-terangan tentunya (kalo sembunyi2 di Indonesia banyak!). Pasti kerjaan para polisi itu jadi lebih berarti daripada cuma berdiri di tengah jalan sambil berharap ada orang yang bisa ditilang;)**

Saya suka banget dengan kecanggihan perlengkapan si Batman. Keren banget pokoknya! Kayak punya mainan canggih tapi dalam arti sesungguhnya. Mobilnya yang ancur sendiri ketika udah ga bisa berfungsi lagi, trus bisa jadi batcycle, keren bgt!

Sebenarnya yang bikin saya lebih suka ma film ini adalah si Christian Bale yang jadi Bruce Wayne, cakep! ga terlalu pretty boy, cocoklah jadi tokoh superhero;) Tapi yang agak bikin ilfil, suaranya kok pake acara dibuat kayak robot gitu ya? jadi ga seru!

Sepanjang film saya agak kebingungan sih, soalnya saya ga ngikutin serial Batman ini dari awalnya dulu. Kayaknya harus cari DVD Batman Begins dan seri Batman terdahulu. Soalnya di episode ini, udah banyak yang tau kalo Batman itu adalah Bruce Wayne, kayak mantan pacarnya si Rachel dan Gordon si Letnan dari Gotham City PD. Sebenarnya lebih lumayanlah daripada tokoh Superman yang sampe sekarang ga ketahuan kalo Clark Kent itu Superman, padahal kan wajahnya sama persis. Ga masuk akal aja kalo orang2 ga ngeh kalo dia itu Superman. Tapi yah, namanya juga film;)

Oya, sempat mikir juga. Seandainya orang-orang kaya di Indonesia kayak si Bruce Wayne, ga usah cakep gpp, tapi punya hati nurani demi kedamaian & kenyamanan Indonesia. You wish, baby;)


ReviewReviewReviewReviewReviewTRAVELERAug 12, '08 3:10 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
Karena stock FRIENDS saya udah habis, akhirnya semalam nonton serial ini. Awalnya dikomporin ma teman pas ke mangdu bareng hunting DVD. Katanya bagus. Akhirnya belilah yang session 1. Emang baru ada session 1 doank, udah ngubek2 mangdu nyari session 2, emang belum ada.
Ternyata emang bagus filmnya! Ceritanya tentang 3 orang sahabat yang baru lulus dari perguruan tinggi, berniat mo nyari petualangan seru di NY. Tiga orang ini Jay Burchell, Tyler Fog dan Will Traveler. Hari pertama mereka ke museum seni tertua di NY. Rencananya mereka mo "bermain-main" dengan petugas museum. 2 diantara mereka, Jay dan Tyler keliling dalam museum dengan roller blade, sementara si Will ditugasin merekam kegiatan gila mereka dan paniknya orang museum dengan kamera. Mereka kemudian berpencar dan janjian untuk ketemuan lagi di lapangan belakang museum.
Ternyata pas Jay & Tyler udah di halaman belakang, dan Will udah memastikan bahwa 2 temannya itu sudah tidak berada di dalam museum, tiba-tiba museum itu meledak. Dan Will ga ketahuan dimana rimbanya. Kedua temannya ini ketakutan karena Will pasti terperangkap di dalam. Akhirnya mereka memilih untuk balik ke hotel dan menunggu Will disana, seandainya Will masih hidup.
Tiba di hotel, ternyata semua TV menyiarkan peledakan museum itu, dan ada gambar mereka (Jay & Tyler) sebagai tersangka peledakan itu. Disitu terlihat mereka berdua ber-roller blade dalam museum. Mereka disebut teroris!
Sejak itulah petualangan ini dimulai! Dimana mereka berusaha meyakinkan polisi bahwa mereka bukan pelaku peledakan itu, bahwa di dalam museum itu ada teman mereka Will yang mungkin menjadi korban peledakan itu dan mungkin saja Will adalah pelaku peledakan itu, bahwa ternyata selama 2 tahun pertemanan mereka bertiga, mereka sama sekali tidak tau latar belakang apa dan siapa Will itu sebenarnya. Dan siapa ternyata dibalik peledakan itu?
Seru dan ga akan bisa ketebak ceritanya! Semalam aja saya begadangan tapi cuma bisa ngabisin 5 episode;)

RECOMMENDED!

PS.
baru tau, ternyata DVD di mangdu JAUH lebih murah daripada di ambasador! mangdu cuma 5.000 sementara di ambas 7.500. lumayan ruginya tuh kalo beli serial yg isinya berkeping2 di ambas. sejak itu, kalo hunting DVD mending ke mangdu, hehehe

ReviewReviewReviewReviewReviewFor One More DayJul 18, '08 3:37 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Parenting & Families
Author:Mitch Albom
Kemarin saya baru menyelesaikan baca buku ke 3 nya Mitch Albom, mmmh, buku ke 3 ato ke 2 ya? Yang pasti saya udah membaca 2 karya nya, dan ini karya ke 3 dia yang saya baca. Judulnya For More More Day. Mitch Albom ini terkenal dengan karya pertamanya berjudul Tuesday with Morrie yang merupakan kisah nyata dia bersama dosennya yang sedang menunggu hari kematian. Buku pertamanya ini mengharukan banget, disitu diceritakan kalo Mitch Albom yang dulu merupakan mahasiswa kesayangan sang dosen, Mr. Morrie (saya lupa Mr. Morrie ini alias ato emang nama asli), setelah lulus dari perguruan tinggi kehilangan kontak sama sekali dengan Mr. Morrie karena kesibukannya bekerja. Dan Mitch Albom menemukan kembali Mr. Morrie ketika secara tidak sengaja menonton acara Reality Show di TV yang menampilkan sosok Mr. Morrie. Disitu diceritakan kalo Mr. Morrie sedang masa perawatan untuk penyakit yang sangat langka, saya lupa nama penyakitnya (lagi-lagi lupa;)) Sejak itu, dia berjanji untuk menengok Mr. Morrie. Di tengah kesibukan kerjanya sebagai wartawan, akhirnya Mitch menyempatkan waktu ke rumah Mr. Morrie di negara bagian yang lain. Ternyata menjelang ajalnya ini adalah saat dia ingin menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekatnya. Yup, Mr. Morrie udah pasrah dengan penyakitnya karena emang dokter udah nyerah, sampe sekarang penyakit itu emang belum ada obatnya. Dan akhirnya, Mr. Morrie dan Mitch sepakat untuk melakukan pertemuan setiap hari selasa di rumah Mr. Morrie.Hari selasa dipilih karena dulu pas zaman Mitch kuliah, mereka selalu bertemu di hari Selasa untuk membahas konsultasi tugas akhir Mitch. Pertemuan di tiap Selasa sekarang adalah pertemuan untuk mendengar curhatan Mr. Morrie tentang hidupnya. At the end of the story, Mr. Morrie akhirnya mengehmbuskan nafas terakhir dan semua kisah hidupnya telah diceritakan ke Mitch. Yang bikin saya suka ma Tuesday with Morrie ini, curhatan Mr. Morrie yang sangat positif tentang hidupnya, walopun saat itu dia tidak berdaya dan mungkin kalo saya jadi dia, saya akan mengutuk jalan hidup saya;) Ternyata tidak begitu, dia bahagia dengan hidupnya selama ini dan dia bahagia diberi kesempatan hidup bersama orang-orang yang dia cintai dan juga mencintainya. Two tumbs up for this book! Recommended!
Dan kemarin saya udah selesai dengan For One More Day. Ini juga cerita tentang orang yang sekarat, lebih tepatnya ingin bunuh diri. Tokoh utamanya Charley “Chick” Benetto, dia tadinya seorang pemain pro baseball, trus karena karirnya yang mandek, akhirnya dia frustasi, sering mabuk-mabukan, tepatnya setelah ibunya meninggal karena dia merasa berdosa ketika ibunya meninggal dia tidak ada di sisi ibunya. Di usia tuanya semua bisnis yang pernah dirintis ga ada yang sukses, istri dan anaknya menjauh dan akhirnya berpisah. Dan yang lebih buat dia miris, ketika anak satu-satunya si Maria menikah, dia hanya dikirimin surat pemberitahuan kalo anaknya itu udah menikah. Bahkan anaknya sendiri, his one little girl, ga mau Ayahnya hadir di pernikahannya. Sejak itu, dia ga punya semangat hidup. Beberapa kali dia mencoba bunuh diri, namun ga ada yangn berhasil (Ya, begitulah takdir Tuhan. Ketika kamu menginginkan mati, jika itu belum ajalmu, kamu ga akan bisa mati, sekeras apapun usahamu!)
Karena udah desperado kenapa keinginannya untuk meninggalkan dunia ga ada yang berhasil, akhirnya dia merancang situasi kematiaannya yang menurut dia hebat. Dia ingin meninggal di rumah tempat lahirnya dulu, tempat dia menghabiskan masa kecil bersama kedua orangtua dan adik perempuannya. Berangkatlah ia ke rumahnya itu. Tinggal beberapa meter lagi ke kampong halamannya itu, dia menabrak pembatas jalan (yah, disaat seperti itupun dia masih sempat mabuk!) dan setelah itu, dia berada di dunia lain, kalo saya bilang, jembatan antara dunia dan akhirat, pokoknya saat sekarat itu. Nah, disinilah ceritanya dimulai…
Di dunia itu tiba-tiba dia terbangun di atas rerumputan dan melihat mobilnya teronggok begitu saja di tempat kecelakaannya tadi. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan kaki ke arah kampong halamannya yang ditandai oleh menara air gede yang udah berkarat. Pas ngeliat menara air itu, pikiran gilanya muncul lagi, dia ingin mengakhiri hidupnya di menara air itu. Akhirnya dipanjatlah menara itu dan kemudian melompat ke bawah. Apa yang terjadi kemudian? Ajalnya masih enggan menjemput! Dia kembali terbangun dari jatuhnya itu,tapi ada satu yang janggal! Ketika ia terbangun, di tengah lapangan baseball (menara air ini tepat berada di belakang lapangan baseball) dia melihat ibunya, yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sedang duduk di kursi penonton. Chick berusaha bangun dan berjalan ke arah ibunya. Ketika dilihatnya lagi bangku penonton itu, ternyata ibunya sudah menghilang. Akhirnya dia berjalan menuju rumah tuanya. Ketika sampai di rumahnya, masuk kedalam rumahnya, ternyata dari lantai atas dia mendengar suara ibunya memanggil namanya, “Charley?” Cuma ibunya yang memanggil dengan nama itu, ayng lain memanggil namanya dengan Chick! Dan ternyata itu benar ibunya dan Charley tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sejak itu, petualangannya di dunia baru ini dimulai. Hari itu Ibunya meminta Charley menemaninya untuk mengunjungi beberapa teman ibunya. Dan untuk hari itu, untuk membalas waktu berdua mereka yang disia-siakan, untuk bisa bersama ibunya lagi, Charley akan melakukan apapun yang diminta ibunya. Ada 3 orang yang akan mereka temui, yang ketiganya punya katerkaitan dalam hidup Charley, dan dari pertemuan dengan 3 orang ini, Charley akhirnya mendapat jawaban atas semua rasa penasaranya selama ini “ Kenapa ayah ibunya bercerai?”, “Bagaimana akhirnya ibunya bisa membiayai hidup mereka selama ditinggal oleh ayahnya?” “Kenapa ibunya tidak menikah lagi?” Kenapa ibunya selalu terlihat bahagia di hadapan mereka?” dan pertanyaan-pertanyaan yang lain yang selama ini segan ia tanyakan ke ibunya. Dan saat itu akhirnya Charley mengatakan dengan jujur kepada ibunya kemana ia pergi ketika ibunya menghembuskan nafas terakhir, hal yang selama membuat dia merasa berdosa. Sebenarnya ga perlu diceritakan, ibunya udah tau, u know, naluri seorang ibu;) Waktu itu, ibunya merayakan ulangtahun ke 79, di saat pembacaan kartu ucapan selamat, tiba-tiba telepon berdering, dan itu dari Ayahnya. Boro-boro ngucapin selamat ulangtahun untuk ibunya, ternyata ayahnya memintanya untuk ikut pertandingan reuni baseball. Yah, selama ini ayahnya lah yang berambisi agar Carley bisa jadi pemain pro. Karena tidak mau ngecewain Ayahnya, yang dari dulu selalu ia adore tapi ga pernah dipeduliin, akhinrya dia berbohong ke ibu dan keluarganya kalo dia ada urusan kerjaan tiba-tiba di daerah itu dan harus hari itu juga. Pergilah ia ke pertandingan reuni itu.
Tepat setelah pertandingan selesai, istrinya menelpon dan mengabarkan kalo ibunya sudah ga ada. Momen itulah yang buat dia merasa sangat berdosa terhadap ibunya, yang selama ini selalu ada di sampingnya, yang mengerti apa kemauannya, yang selalu ada disaat apapun. Yah, ibu selalu ada untuk kita apapun yang terjadi! Padahal terlalu sering kita “memilih” untuk tidak menghabiskan waktu bersamanya. Terlalu sibuk, terlalu lelah, atau memang tidak mau bersamanya. Yup, saya pernah ngerasain hal itu, pas masa SMP-SMA, sering menolak kalo diajak berkunjung ke rumah sodara bareng, ato diminta beliin sesuatu di toko, ato untuk sekedar belanja bersama di pasar. Satu yang jadi senjata pamungkas, ada tugas ma, hehehe. Kalo sekarang sih, saya malah yang minta ditemenin kemana-mana kalo pas di Kendari, kalo kebetulan lagi ga ada janji ketemuan ma teman;)
Ada yang saya paling suka dari buku ini, yaitu kebiasaan ibunya untuk Charlie, ibunya selalu menuliskan catatan kecil untuk Charlie di saat Charlie butuh dukungan. Like a magic word! Bisa diartikan seperti “jangan khawatir, ibu akan selalu ada di sampingmu;)”Seperti disaat Charley baru masuk sekolah dasar, padahal waktu itu Charley belum bisa membaca, magic word itu diselipkan di baju Charley;) Saat Charley akan operasi amandel, saat Charley masuk kuliah, dan saat Charley menikah. Dan di akhir catatan kecil itu, pasti ada tulisan
…Aku menyayangimu setiap hari…
Ibu…
Menurut saya itu romantis! Semacam sugesti yang buat kita merasa optimis dalam menghadapi sesuatu.

Planning masa depan :
membuat magic word untuk anak-anakku kelak ketika mereka butuh dukungan;)

Saya suka buku ini, beli deh! Recommended! Bikin terharu, hiks…ternyata selama ini waktu yang sebenarnya bisa dilewatkan bersama kedua orangtua saya telah terbagi dengan menghabiskannya bersama teman-teman dan yang lainnya. Semoga waktu bersama mereka masih banyak dan saya bisa memberikan yang terbaik…amin. Buat yang orangtuanya udah ga ada, bisa dengan mendoakan mereka.


Pesan moral dari buku ini :
1. Cintai orang-orang terdekatmu, berikan apa yang terbaik yang bisa kamu berikan, karena siapatau itu adalah hari hari terakhir mereka bersamamu ato mungkin itu hari terkahirmu bersama mereka!
2. Kalau seseorang ada di dalam hatimu, mereka tidak benar-benar pergi. Mereka bisa kembali padamu, bahkan pada waktu-waktu yang tak terduga;)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.